Sabtu, 14 Mei 2011

Di Udara Rindu Kita Bercumbu


Di saat mata dan mata tak sampai untuk menatap
di saat kulit dan kulit tak mampu bersentuhan.

Rindu telah melebihi batasnya.
Meloncat loncat bak serbuk sari,
yang di lontarkan bunga meriam,
saat tersentuh tetesan air dikala hujan.

Berhamburan di udara.
Mengambang..
hanya mengambang..
dan tak bisa menyentuh tanahnya..

Hanya udara sbagai perantara asa kita.
Asa dua homo sapiens yang terpisah dari habitatnya..

Di udara rindu kita bercumbu,
berlari bak kuda pacu..





0 komentar:

Poskan Komentar